Next Gen Motion Controller

6 01 2010

Perkembangan teknologi di bidang game memang sangat pesat dan sangat menakjubkan, kalau diriku pada kesempatan lalu meluapkan kekagumanku akan Next-Gen game dalam segi grafis, kali ini diriku akan posting kekagumanku akan Next-Gen Game dari segi gameplay. Baca entri selengkapnya »





HATSUNE MIKU COSPLAY ROBOT HRP-4C SINGS “MELT”

20 11 2009

Bishoujo AndroidHRP-4C, adalah sebuah robot berteknologi masa kini yang diciptakan sebagai produk “masa depan” oleh negara Jepang. Dengan kombinasi antara teknologi “bipedal humanoid locomotion” dan “simulated human interaction“. Robot yang diberi nama HRP-4C ini mampu bergerak dan berinteraksi dengan manusia biasa. Pada demo presentasi terbaru, HRP-4C diberikan make-up “Hatsune Miku” yang terkenal dari program Vocaloid. HRP-4C diprogram untuk menyanyikan salah satu lagu Hatsune Miku, yakni lagu berjudul “Melt“. Kombinasi antara Vocaloid dan teknologi robotik ini sukses diminati banyak orang.

Miku Hatsune Cosplay HRP-4C

Bagi yang berminat untuk melihat video klipnya, kalian bisa melihatnya pada situs Youtube yakni pada : youtube.com/watch?v=DdnAxvus_Co

sumber : PCMagz Vol.22 inside Gamestation Vol.169 Nov 2009 ^_^





Tentang DirectX

16 04 2009

Sebenernya ini info lama dan bisa dibilang udah ketinggalan, tapi bagiku ini merupakan info yang penting karena diriku juga belum tahu yang sebenarnya… Baca entri selengkapnya »





Nusantara Online

14 04 2009

Logo Nusantara Online

Logo Nusantara Online

Nah nie dia game yang telah lama kunanti, Nusantara Online, sebuah game MMORPG karya anak bangsa. Nusantara mengambil tema kerajaan-kerajaan di Indonesia pada masa lampau, dan membagi bangsa dalam 3 kerajaan besar pada masa itu, yaitu Majapahit, Sriwijaya, dan Pajajaran. Dua tokoh dari kerajaan Majapahit yang pernah kita kenal dalam pelajaran sejarah muncul dalam game ini sebagai NPC diantaranya ada :

Tribhuwana Wijayatunggadewi Gajah Mada

Ada beragam karakter yang dapat kita jumpai selama karakter kita bertualang, yah seperti pada game2 MMOGRP kebanyakan, ada karakter baik dan karakter jahat, dari pihak yang baik dikenal dengan sebutan Abisatya, NPC ini terbagi menjadi kepala desa, pandai besi, pemburu, dan masih banyak lagi lainnya. Nie diantaranya :


Kepala Desa

Pandai Besi

Pemburu

Resi Istana

Panji Saprang

Ranggalawe

Selain itu ada juga makhluk jahat yang dalam game ini disebut Seteru, diantaranya adalah :


Jerangkong

Buaya Putih

Baung

Setan Gundul (Tuyul)

Sato

Genderuwa

Ini benar-benar game yang sangat menarik, selain merupakan hasil karya anak bangsa, game ini juga sarat dengan pelajaran sejarah, bahkan dikabarkan ada quest yang ceritanya mengambil cerita masyarakat atau hikayat beserta tokoh-tokohnya.

Secara grafis game ini bisa dibilang bagus, apalagi untuk ukuran game Indonesia, asal jangan membandingkan dengan grafis milik Perfect World atau Lineage 2. Pengembang game ini menggunakan engine yang mereka sebut Angel (ANother Game Engine Library) yang dibangun berdasar subengine-subengine open source pilihan. Elemen-elemen seperti pergantian siang-malam yang dinamis, partikel api maupun awan, serta efek air juga menjadi perhatian sendiri dalam game ini.

Untuk tata suara cukup bagus lah, namun secara gameplay belum diketahui secara pasti karena belum ada kepastian kapan game ini bakal diluncurkan, dari seumber di situsnya sih dikabarkan bakal rilis pertengahan tahun 2009 ini, moga aja selama kurun waktu itu game ini bisa lebih disempurnakan lagi dalam berbagai aspek.

Sambil menunggu perilisan resmi game Nusantara Online ini silahkan pandangi screenshot dari game ini dulu (kuambil dari situs resminya) :

Nusantara Online
[klik pada gambar untuk melihat ukuran sebenarnya]

Juga nie dia video yang kudapat dari Youtube, tapi ada juga di situs resminya :

Nusantara Online – Environment Trailer

Nusantara Online – IGS08 Trailer

Nusantara Online – Trailer Demo Detik.com

Nah sekian dulu infomasi dariku mengenai Nusantara Online, walau infonya kacau diriku tetep berharap moga informasi ini bermanfaat. Untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi situs resminya :

Situs resmi Nusantara Online : http://www.nusantara-online.com/

Riadyawan





Kartu Grafis Andalanku : GeForce FX 5200

25 02 2009

e752_1Diriku mw crita dikit nie mengenai kartu grafis (VGA) yang telah kupakai sejak kelas XII SMA, yaitu GeForce FX5200. Kartu grafis itu kudapat dari kakakku, ketika itu komputerku rusak, nah pas kakakku memperbaikinya, ternyata kakakku menambahkan 1 slot SDRAM + VGA Nvidia GeForce FX5200, jadi spek kompie-ku saat itu diantaranya pakai :

  • Intel Pentium III 1,13 GHz
  • 2×128 Mb SDRAM
  • VGA Nvidia GeForce FX5200 128Mb

Dulu kartu grafis itu sangat powerful… Dengan spek seperti diatas diriku bisa memainkan berbagai game yang cukup populer pada saat itu, diantaranya GTA Vice City, Counter Strike, NFS Underground 2, Chaos Legion, serta V-Rally 2 dari Playstation dapat kumainkan dengan lancar. Tentunya kecuali untuk NFSU2, game ini kumainkan dengan low detail… Bahkan kartu grafis tersebut jelas mendongkrak performa kompie-ku pada saat itu dengan pengingkatan drastis, bahkan dapat kugunakan untuk me-render beberapa animasi yang saat itu tengah kutekuni dengan 3Ds Max… dan dengan GeForce FX5200 diriku bisa menjalankan aplikasi untuk mempercantik desktop pada XP dengan lancara saja, Yodm 3D+madotate+Stardock+RocketDock+VistaSidebar+TrueTransparent bisa jalan lancar walau dijalankan bersama-sama… Bahkan Compiz-Fusion bisa berjalan lancar pada VestaPup, tentunya dengan RAm yang diperbesar jadi 1Gb…

Saking cintanya diriku dengan ntu VGA, diriku sempatkan nulis postingan di blog nie… Tapi sayang ketika beberapa bulan yang lalu kompie-ku rusak, kartu grafis ntu pensiun, bahkan pas diriku mendapat motherboard PIV dari om-ku, ternyata tidak support dengan ntu VGA, beda di spek AGP-nya… Sayang dah g’ bisa dipakai… tapi kalau diriku magang pasti ntu VGA kutancapkan pada kompie di tempat magang biar kompie tambah powerful…

Nah beberapa waktu yang lalu diriku coba mengumpulkan berbagai info tentang GeForce FX5200, dan nie dia salah satu wujud-nya yang paling mirip dengan VGA yang kupakai : (cz kan seri FX5200 varianya banyak banget, apalagi ada yang seri ultra yang lebih powerful)

Nvidia GeForce FX5200[Nvidia GeForce FX5200]

Nah kalau info produknya :

  • Graphics Engine
: NVIDIA Geforce FX 5200
  • Video Memory
: 128MB DDRam
  • Engine Clock
: 250 MHz
  • Memory Clock
: 333 MHz
  • RAMDAC
: 400 MHz
  • Bus Standard
: AGP 8X
  • Memory Interface
: 64 bit
  • Max Resolution
: 2048 x 1536 x 385 Hz
  • Port
: TV-out, DVI port
  • Harga
: Variatif, kisaran Rp250.000-Rp550.000

Mengenai harga, belum tentu segitu, tentu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari nilai US$ dan berbagai macam faktor lainnya…

Info game yang sangat cocok untuk GeForce FX5200 :

  • Command & Conquer Generals
  • Counter Strike – Condition Zero
  • Final Fantasy XI
  • Rise of Nations
  • Splinter Cell
  • Unreal 2
  • Age of Mythology
  • Delta Force: Black Hawk Down
  • Doom 3
  • Lineage 2
  • Silent Hill 2
  • Tomb Raider: Angel of Darkness
  • Unreal Tournament 2003

Kalau dilihat memang game2 ntu merupakan game2 lama, tapi memang itulah masa dimana GeForce FX5200 berjaya dengan game2 populer saat itu, sekitar tahun 2003-an… dan tentunya masih banyak game yang dapat dimainkan dengan GeForce FX5200, tidak hanya game2 yang ada dalam daftar diatas…

Berbagai penghargaan yang pernah diraih GeForce FX5200 :

  • PC Gamer Editors’ Choice, bulan Juli tahun 2003
  • PC Stats Recommended Product Award
  • ExtremeOverclocking.com’s Approved Award
  • Bjorn3D Golden Bear Award
  • Hard Avenue Stamp of Approval
  • PC Extreme Extreme Value
  • PC Plus Value Award

Tapi memang sebagian penghargaan diraih oleh GeForce FX5200 seri Ultra yang notabene memang sangat powerful pada saat itu…

Nah kurasa cukup segini dulu diriku nulis tentang GeForce FX5200 sebagai VGA andalanku sampai saat ini… Moga info nie bisa bermanfaat…

Riadyawan

sumber  :

http://www.nvidia.com

http://www.egrosir.com





Windows Vs Mac

20 02 2009

Dari waktu ke waktu yang namanya Sistem Operasi terus mengalami perubahan dan kemajuan, nah berikut merupakan perkembangan sekaligus perbandingan 2 Sistem Operasi populer, yaitu Windows dan Mac dari segi visual desktop-nya :

[klik pada gambar untuk melihat ukuran sebenarnya]

Windows VS MacWindows VS Mac

Gambar tersebut kudapat dari sebuah web/blog yg membahas banyak tentang Mac, coba aja lihat ke sumber aslinya di :

http://macphobia.com/category/comparison





Macpup Vista theme vs Windows XP Vista theme

17 12 2008

Beberapa waktu yang lalu diriku download Vista Black theme untuk Macpup yang kupakai di Flashdiskku… Diriku akan mencoba membandingkannya dengan Windows XP yang juga menggunakan tema Vista Black plus Object Dock dari Stardock supaya imbang dengan Macpup yang sudah menyertakan Object Dock sebagai paket bawaannya… dan sebenarnya tampilan untuk Macpup bisa dirubah lebih mirip lagi dengan tema Vista pada WIndows XP, hanya saja supaya masih terlihat perbedaanya untuk icon, wallpaper dan tombol start kuganti dengan logo tux biar beda supaya bisa dibandingkan…

Berikut screenshot perbandingannya (klik pada gambar untuk melihat ukuran lebih besar 1024×768) :

Battle 1 : Desktop

Macpup411f dengan tema Vista Black

Macpup411f dengan tema Vista Black

nah sekarang coba bandingkan dengan yang ini :

Windows XP dengan tema VistaXP Black

Windows XP dengan tema VistaXP Black

nah… tidak jauh beda kan??? sekarang kita bandingkan File Browser/Explorer-nya :

Battle 2 : File Browser/Explorer

Rox Filer

Rox Filer

nah skarang coba kita bandingkan dengan Windows Exporer :

Wondows Explorer

Windows Explorer

huh… gimana??? (ada yang menjawab… ya ga’ gimana2… :b)

Battle 3 : Image Editor

The Gimp on Macpup

The Gimp on Macpup

skarang Th Gimp pada Windows :

Th Gimp on Windows XP

Th Gimp on Windows XP

Dalam hal ini diriku sama2 menggunakan The Gimp, soalnya kalau yang Windows pake Photohop kan ga’ adil… walau sbenarnya bisa aja sama2 membandingkan Photoshop, kan Photoshop bisa jalan di Macpp pake Wine emulator…

Battle 4 : Office

Abiword dan Gnumeric

Abiword dan Gnumeric

silahkan bandingkan dengan Ms Office 2003 pada Windows XP :

MS Office 2003 on Windows XP

MS Office 2003 on Windows XP

(klik pada gambar untuk melihat ukuran lebih besar 1024×768)

nah seperti komentar yang kutilis di screnshot, kedua sistem operasi tersebut tampilannya g’ jauh beda, cuma kalau :

  • Macpup gratis sedangkan XP bayar (kcuali pake bajakan… xb)
  • Macpup file-nya cuma 128MB sedangkan XP lebih besar
  • Macpup bisa install di flashdisk, XP tidak (setidaknya sampai sekarang belum ada produk resmi dari Microsoft untuk XP portable, hanya saja ada beberapa pihak yang meng-hack supaya XP bisa jalan di flashdisk…)
  • Macpup menyertakan paket aplikasi yang lengkap mulai Office, Multimedia, dan lain sebagainya, sedangkan XP hanya menyertakan aplikasi2 sederhana dan tidak termasuk Office dalam paket-nya…
  • Macpup sampai saat lebih aman dari srangan virus daripada XP (setidaknya virus ntuk Macpup sekarang masih lebih sedikit dari XP walaupun ttap saja bisa kena virus…)

Yah bukannya bermaksud memojokkan salah satu pihak… hanya saja itu yang kurasakan setelah mencoba keduanya… kalau hasil akhirnya mau pakai yang mana ya tergantung pada diri kita masing2… sesuaikan dengan kebutuhan dan selera saja… dana juga perlu dipertimbangkan… kalau diriku sih lebih memilih pakai 2-nya soalnya ilmu yang dibisa lebih banyak…

nah segini dulu lah diriku cuap2nya… klo da pertanyaan langsung aj ke :

http://macpup.org/ atau http://www.puppylinux.org/ aja untuk info lanjut tentang Macpup

atau http://www.microsoft.com/indonesia/windowsxp/ untuk info lebih lanjut tentang Windows XP…





Install Puppy Linux di FlashDisk-mu

14 11 2008

Dulu pas diriku ingin install ulang Windows di computer tempat magang diriku iseng coba tancapkan flash dan kucoba untuk ku-install Windows XP Prof SP2 (x) kedalam Flash-ku, eh benar saja langsung ditolak mentah2… g tau tuh da peringatan apa pake bahasa inggris… (waktu itu kupakai flash Kingston Data Traveler 1 Gb), dan setelah beberap saat flashku rusak… nah ketika pas ada kesempatan, beasiswa turun, pas JEC hari terakhir, langsung saja diriku nekat ke Jogja buat beli flash 4 Gb karena diriku masih ber-khayal untuk meng-install OS di flash… (wah intronya kepanjangan nih… langsung aja yah…)

Nah setelah kubaca sebuah majalah computer di perpus kampus diriku menemukan cara meng-install Linux di USB… tapi pada prakteknya malah tidak kupraktekkan (lho…???) karena diriku lihat ada sebuah aplikasi yang cukup menarik… (lho kok masih basa-basi sih???)

Yang sekarang bener to the point, bahan2 yang dibutuhkan untuk meng-install Linux di USB :

1. ISO Linux Puppy, bisa didownload di url berikut :
Download Linux Puppy 4.1.2 (94 Mb)

2. unetbootin-windows-latest, bisa didownload di url berikut :
Download unetbootin-windows-latest

3. Flashdisk… ya iyya laaaah… (128 Mb sudah cukup, tapi saya sarankan setidaknya 1 Gb untuk keperluan update atau penyimpanan data…)

Penjelasan :

1. Saya pilih Puppy Linux karena ukuran file-nya relative kecil <100 Mb sementara interface-nya cukup bagus dan paket aplikasinya cukup lengkap, ada Abiword untuk pengolah kata, web browser, multimedia player, game, cukup lengkap lah kalo cuma buat keperluan biasa… dan juga Puppy Linux relative ringan, ga’ lelet…

2. Saya pilih unetbootin karena kemudahan proses installasinya…

Langkah2 :

Cara 1 : Install Puppy Linux ke Flashdisk lewat Windows dengan unetbootin

1. Download dulu bahan2 yang dibutuhkan, seperti tersebut diatas…
2. Kalau sudah, buka unetbootin-nya… Lalu pilih distribusi Puppy Linux (disitu tersedia banyak pilihan karena memang bukan hanya Puppy Linux yang bias diinstall di USB… tapi kan sekarang yang kita bahas adalah Puppy Linux jadi ya… beginilah…), lalu pilih file ISO Puppy Linux yang telah kita download, untuk jelasnya lihat gambar berikut :

11

3. Setelah itu klik OK… Tunggu sebentar sampai proses selesai… (ada 4 tahap, diantaranya tahap yang penting adalah meng-ekstrak ISO Puppy Linux ke FlashDisk dan membuat agar FlashDisk-nya bootable…)
4. Setelah selesai akan ada konfirmasi untuk me-restart computer, ikuti saja untuk me-restart computer…
5. Setelah selesai me-restart, saat computer booting tekan tombol ‘del’ untuk masuk ke setup BIOS, dan set booting pertama (first boot) ke USB-HDD atau USB-FDD atau USB-ZIP atau malah kalau beruntung komputer bias mengenali flashdisk saat booting, seperti computer yang kupakai di tempat magang langsung bias mengenali flashdisk pas booting jadi kupilih saja urutan pertama boot lewat Kingston Data Traveler… (flashdisk yang saat ini kupakai…)

nie beberapa contoh set first boot dari flashdisk :

First Boot From Flashdisk 1First Boot From Flashdisk 1

First Boot From Flashdisk 2First Boot From Flashdisk 2

First Boot From Flashdisk 3First Boot From Flashdisk 3

First Boot From Flashdisk 4First Boot From Flashdisk 4

6. Simpan setup BIOS dan keluar…
7. Jika sudah berhasil booting lewat flashdisk ikuti saja petunjuknya dengan klik OK truzz… atau kalau paham ya tinggal pilih konfigurasi sesuai keinginan, tapi saya sarankan ikuti petunjuknya saja biar lebih aman…
8. Nah kalau beres kita akan sampai pada tampilan desktop Puppy Linux, kira2 seperti ini lah tampilan awalnya…

21

Dan tentu saja tampilan itu masih bias diubah-ubah karena terdapat beberapa tema, termasuk tema yang kupakai yang mirip OS Mac/Apple/Macintosh atau apalah itu… dan ada 3 set icon2 yang menarik… Dan seperti biasa kita masih bias memperbanyak tampilannya dengan mendownload langsung lewat installer Puppy Package Manager atau dari mbah google langsung…

Cuap2… :
1. Ketika saya kunjungi situsnya ternyata puppy linux punya beberapa patch yang disitu disebut sebagai Puplets yang bias menghasilkan tampilan Puppy Linux yang beragam dan sangat bagus, diantaranya ada Macpup Foxy 1.5 yang dikembangkan dari Puppy Linux 3.1 dan berukuran 203 Mb. Tampilannya sangat bagus, seperti punya Apple, yah pantes kalau dinamai Macpup… seperti berikut :

31

ada juga yang tampilannya seperti Vista, dengan desktop 3D, tapi filenya lebih besar, > 400 Mb…

2. Sebenarnya banyak juga Distribusi Linux yang memang disediakan untuk keperluan Portable/diinstal di FlashDisk, diantaranya DSL (Damn Small Linux), Feather Linux (versi mini Knoppix), Pendrivelinux (versi turunan Mandriva), MiniMe (versi mini PCLinuxOS), dan masih banyak lagi… termasuk Puppy Linux…

3. Sebenarnya ada 1 cara lagi untuk meng-install puppy linux (ini cara yang kutemukan pertama kali lewat mbah google tapi tidak kuikuti…), begini caranya :

Cara 2 : Install Puppy Linux ke Flashdisk lewat Live CD

a. Download dulu ISO Puppy Linux seperti pada langkah sebelumnya…

b. Bakar ISO Puppy Linux ke CD, dalam hal ini harus berhati-hati ketika membuat ISO Image agar bisa untuk booting lewat CD… Dalam kasus ini diriku pakai Nero 6, yang Nero StartSmart, lalu kupilih bagian Copy and Backup, lalu pilih Burn Image to Disc bukan Copy CD atau Make Data CD karena kalau Copy CD atau Make Data CD nantinya CD-nya ga’ bisa buat booting… Pilih file ISO linux yang mau di burn lalu set speed yang rendah saja, 8x atau 16x supaya nanti tidak terlalu berat ketika dijalankan…

41

c. Setelah selesai meng-copy CD, restart computer dan masuk ke BIOS dan set booting pertama dari CD-ROM… Simpan setingan dan keluar…

d. Ikuti semua petunjuknya dengan klik OK truz aja… sampai muncul tampilan desktop Puppy Linux…

e. Klik pada Menu >> Setup >> Puppy universal installer >> lalu pilih USB Flash

5

f. Ikuti saja petunjuknya dengan klik Enter truz ampe selesai atau pilih setting sesuai keinginan jika benar2 paham petunjuknya… (pilihan kedua tidak saya sarankan… xb)

g. Setelah selesai CD Puppy Linux otomatis akan keluar… Nah lebih baik kita restart dulu dengan klik Menu >> Shutdown >> Reboot… (setelah itu akan ada pilihan untuk membuat file .pup untuk memberi ruang penyimpanan pada Puppy Linux kita, sesuaikan saja dengan kapasitas Flashdisk yang kita pakai, atau kalau sisa/cukup, disarankan untuk memberi ruang 512 Mb dan klik save, tunggu beberapa saat…

h. Setelah itu masuk BIOS lagi dan set boot pertama dari Flashdisk seperti pada langkah awal…

i. Nah kalau tidak ada masalah sih kita akan langsung masuk ke desktop Puppy Linux…

Sungguh mengagumkan… jaman sekarang ada OS yang bias digenggam dan dimasukkan kedalam saku… moga bermanfaat yah tulisan ini… kalau ada masalah coba tanyakan saja… (ke mbah google coz klo tanya saya dijamin tambah bingung… he7x…) Cabuuuuuuttttt…

Riadyawan





Persami di SMP Al Iman Parakan

23 08 2008

Hari ini, tepat pada tanggal 23 Agustus 2008 SMP Al Iman Parakan mengadakan Persami bagi siswa-siswi baru kelas VII. Acara akan dimulai pukul 14.00, dan kuputuskan untuk ikut dalam persami kali ini karena sudah banyak kegiatan di tempat magangku itu yang kulewatkan begitu saja. Kali ini aku memutuskan untuk datang di acara persami, walau hanya sekedar nonton… rencana sih aku datang agak sore… atau mungkin malah malam harinya… g’ tau lah… perasaannya campur aduk… yah tentu saja… Persami kali ini bakal mengingatkanku akan masa2 SMP dulu waktu aku ikut Persami… he7x… suram tapi berkenang di hati… ^^… dulu aku iku di regu Scorpio… yel2nya g’ bgdz… yah menurutku emang regu-nya dah g’ kompak dulu sih… malah setelah itu regu-nya bubar… tapi kuputuskan untuk tetap pada regu itu… dan suatu saat ketika diadakan wide game… sungguh na’as nian nasib regu kami… umumnya satu regu, seperti punya teman2ku beranggotakan 8 anak, bahkan sampai 12 anak… lha… regu-ku cuma 3 anak… untung masih ada temanku… Totok dan Amin yang masih mau kuajak (he7x… sebenarnya agak kupaksa sih…) lha mau gimana lagi… daripada g’ ikut… walau hanya 3 anak… regu kami tak kalah sengangatnya dibanding regu lain yang anggotanya jelas lebih banyak… tapi ya jelas di setiap tantangan kami mengalami kesulitan, terutama pada tantangan2 yang membutuhkan tenaga lebih… yah… masa2 pramuka dulu rasanya campur aduk lah… susah senang tetap kujalani sampai akhirnya aku harus berhenti pramuka di kelas 2 SMP karena harus jaga rental PS One yang pada saat itu sedang ramai2nya di rumahku (maksudnya rumah bapakku… ^^)… Lho??? kok malah crita kaya’ gini to…??? sebenernya mo crita masa dulu ato mo crita Persami di SMP Al Iman…??? yah… malah jadi ngawur… ya sudah lah… yang sudah kutulis biarlah begitu adanya… he7x…





Routing Dinamik OSPF (Purwono Hendradi)

18 04 2008

Open Shortest Path First (OSPF)

Teknologi link-state dikembangkan dalam ARPAnet untuk menghasilkan protokol yang terdistribusi yang jauh lebih baik daripada protokol distance-vector. Alih-alih saling bertukar jarak (distance) ke tujuan, setiap router dalam jaringan memiliki peta jaringan yang dapat diperbarui dengan cepat setelah setiap perubahan topologi. Peta ini digunakan untuk menghitung route yang lebih akurat daripada menggunakan protokol distance-vector. Perkembangan teknologi ini akhirnya menghasilkan protokol Open Shortest Path First (OSPF) yang dikembangkan oleh IETF untuk digunakan di Internet. Bahkan sekarang Internet Architecture Board (IAB) telah merekomendasikan OSPF sebagai pengganti RIP.

Prinsip link-state routing sangat sederhana. Sebagai pengganti menghitung route “terbaik” dengan cara terdistribusi, semua router mempunyai peta jaringan dan menghitung semua route yang terbaik dari peta ini. Peta jaringan tersebut disimpan dalam sebuah basis data dan setiap record dalam basis data tersebut menyatakan sebuah link dalam jaringan. Record-record tersebut dikirimkan oleh router yang terhubung langsung dengan masing-masing link.

Karena setiap router perlu memiliki peta jaringan yang menggambarkan kondisi terakhir topologi jaringan yang lengkap, setiap perubahan dalam jaringan harus diikuti oleh perubahan dalam basis data link-state yang terletak di setiap router. Perubahan status link yang dideteksi router akan mengubah basis data link-state router tersebut, kemudian router mengirimkan perubahan tersebut ke router-router lain.

Protokol yang digunakan untuk mengirimkan perubahan ini harus cepat dan dapat diandalkan. Ini dapat dicapai oleh protokol flooding. Dalam protokol flooding, pesan yang dikirim adalah perubahan dari basis data serta nomor urut pesan tersebut. Dengan hanya mengirimkan perubahan basis data, waktu yang diperlukan untuk pengiriman dan pemrosesan pesan tersebut lebih sedikit dibandingdengan mengirim seluruh isi basis data tersebut. Nomor urut pesan diperlukan untuk mengetahui apakah pesan yang diterima lebih baru daripada yang terdapat dalam basis data. Nomor urut ini berguna pada kasus link yang putus menjadi tersambung kembali.

Pada saat terdapat link putus dan jaringan menjadi terpisah, basis data kedua bagian jaringan tersebut menjadi berbeda. Ketika link yang putus tersebut hidup kembali, basis data di semua router harus disamakan. Basis data ini tidak akan kembali sama dengan mengirimkan satu pesan link-state saja. Proses penyamaan basis data pada router yang bertetangga disebut sebagai menghidupkan adjacency. Dua buah router bertetangga disebut sebagai adjacent bila basis data link-state keduanya telah sama. Dalam proses ini kedua router tersebut tidak saling bertukar basis data karena akan membutuhkan waktu yang lama.

Proses menghidupkan adjacency terdiri dari dua fasa.Fasa pertama, kedua router saling bertukar deskripsi basis data yang merupakan ringkasan dari basis data yang dimiliki setiap router. Setiap router kemudian membandingkan deskripsi basis data yang diterima dengan basis data yang dimilikinya. Pada fasa kedua, setiap router meminta tetangganya untuk mengirimkan record-record basis data yang berbeda, yaitu bila router tidak memiliki record tersebut, atau nomor urut record yang dimiliki lebih kecil daripada yang dikirimkan oleh deskripsi basis data. Setelah proses ini, router memperbarui beberapa record dan ini kemudian dikirimkan ke router-router lain melalui protokol flooding.

Protokol link-state lebih baik daripada protokol distance-vector disebabkan oleh beberapa hal: waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat, dan lebih penting lagi protokol ini tidak menghasilkan routing loop. Protokol ini mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus. Throughput, delay, biaya, dan keandalan adalah metrik-metrik yang umum digunakan dalam jaringan. Di samping itu protokol ini juga dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan. Misalkan router A memiliki dua buah jalur dengan metrik yang sama ke host B. Protokol dapat memasukkan kedua jalur tersebut ke dalam forwarding table sehingga router mampu membagi beban di antara kedua jalur tersebut.

Rancangan OSPF menggunakan protokol link-state dengan beberapa penambahan fungsi. Fungsi-fungsi yang ditambahkan antara lain mendukung jaringan multi-akses, seperti X.25 dan Ethernet, dan membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area.

Telah dijelaskan di atas bahwa setiap router dalam protokol link-state perlu membentuk adjacency dengan router tetangganya. Pada jaringan multi-akses, tetangga setiap router dapat lebih dari satu. Dalam situasi seperti ini, setiap router dalam jaringan perlu membentuk adjacency dengan semua router yang lain, dan ini tidak efisien. OSPF mengefisienkan adjacency ini dengan memperkenalkan konsep designated router dan designated router cadangan. Semua router hanya perlu adjacent dengan designated router tersebut, sehingga hanya designated router yang adjacent dengan semua router yang lain. Designated router cadangan akan mengambil alih fungsi designated router yang gagal berfungsi.

Langkah pertama dalam jaringan multi-akses adalah memilih designated router dan cadangannya. Pemilihan ini dimasukkan ke dalam protokol Hello, protokol dalam OSPF untuk mengetahui tetangga-tetangga router dalam setiap link. Setelah pemilihan, baru kemudian router-router membentuk adjacency dengan designated router dan cadangannya. Setiap terjadi perubahan jaringan, router mengirimkan pesan menggunakan protokol flooding ke designated router, dan designated router yang mengirimkan pesan tersebut ke router-router lain dalam link.

Designated router cadangan juga mendengarkan pesan-pesan yang dikirim ke designated router. Jika designated router gagal, cadangannya kemudian menjadi designated router yang baru serta dipilih designated router cadangan yang baru. Karena designated router yang baru telah adjacent dengan router-router lain, tidak perlu dilakukan lagi proses penyamaan basis data yang membutuhkan waktu yang lama tersebut.

Dalam jaringan yang besar tentu dibutuhkan basis data yang besar pula untuk menyimpan topologi jaringan. Ini mengarah kepada kebutuhan memori router yang lebih besar serta waktu perhitungan route yang lebih lama. Untuk mengantisipasi hal ini, OSPF menggunakan konsep area dan backbone. Jaringan dibagi menjadi beberapa area yang terhubung ke backbone. Setiap area dianggap sebagai jaringan tersendiri dan router-router di dalamnya hanya perlu memiliki peta topologi jaringan dalam area tersebut. Router-router yang terletak di perbatasan antar area hanya mengirimkan ringkasan dari link-link yang terdapat dalam area dan tidak mengirimkan topologi area satu ke area lain. Dengan demikian, perhitungan route menjadi lebih sederhana.

Kesederhanaan vs. Kemampuan

Kita sudah lihat sepintas bagaimana RIP dan OSPF bekerja. Setiap protokol routing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Protokol RIP sangat sederhana dan mudah diimplementasikan tetapi dapat menimbulkan routing loop. Protokol OSPF merupakan protokol yang lebih rumit dan lebih baik daripada RIP tetapi membutuhkan memori dan waktu CPU yang besar.

Di berbagai tempat juga terdapat yang menggunakan gabungan antara routing statik, RIP, RIP-v2, dan OSPF. Hasilnya di jaringan ini menunjukkan bahwa administrasi routing statik jauh lebih memakan waktu dibanding routing dinamik. Pengamatan pada protokol routing dinamik juga menunjukkan bahwa RIP menggunakan bandwidth yang lebih besar daripada OSPF dan semakin besar jaringan, bandwidth yang digunakan RIP bertambah lebih besar pula. Jadi, jika Anda sedang mendesain jaringan TCP/IP yang besar tentu OSPF merupakan pilihan protokol routing yang tepat

Tahapan dalam membentuk adjacency

Pada saat baru pertama ON, router OSPF tidak tahu apapun tentang tetangganya, router akan mulai mengirimkan paket Hello ke seluruh interface jaringan untuk memperkenalkan dirinya. Jika router yang baru ON ini menerima paket hello yang menyimpan informasi tentang dirinya maka router ini dapat saling berhubungan dua arah dengan router pengirim hello, Default nilai hello pada broadcast multi-access adalah 10 detik dan 40 detik jika tidak ada respon akan mati, dan pada NBMA hello 30 detik dan akan mati pada 120 detik jika tidak terdapat respon

  1. down : router tidak dapat hello packet dari router manapun
  2. attempt : router mengirimkan hello packet tetapi belum mendapat respon, hanya ada pada tipe NT non broadcast multi-access (NBMA) dan tidak ada respon dari router lain.
  3. Init : router mendapatkan hello packet dari router lain, tetapi belum terbentuk hubungan yang bidirectional (2 way)
  4. 2 way : pada tahap ini hubungan antar router sudah bi-directional, untuk NT broadcast DR & BDR nya akan melanjutkan ke tahap full, router non DR & BDR akan melanjutkan Full hanya dengan DR & BDR saja
  5. Exstart : terjadi pemilihan Master dan Slave, master adalah router yang memiliki router id tertinggi
  6. exchange : terjadi pertukaran Database Descriptor (DBD) paket DBD ini digambarkan dari topologi DB router, proses dimulai oleh master
  7. loading : router akan memeriksa DBD dari router lain dan apabila ada entry yang tidak diketahui maka router akan mengira link state request (LSR) , LSR akan dibales dengan link state state ACK dan link state reply, diakhir tahap ini semua router yang di adjacent memiliki topologi DB yang sama
  8. Full : masing-masing router sudah membentuk hubungan yang adjancent.
  9. Pemilihan DR & BDR

Dalam jaringan multi akses router-router akan memilih DR (designated router) dan BDR(Backup designated router) dan berusaha adjencent dengan kedua router tersebut.

Ø Pemilihan terhadap tipe network multi access (broadcast & non broadcast)

Ø Pemilihan dilakukan berdasarkan nilai ;

Ø Router Priority

Ø Router ID

Ø Router priority diset per interface nilainya 0-255

Ø Router (config-if)# IP OSPF priority [0-255]

Ø Router mempunyai priority 0 tidak akan menjadi DR/BDR, statusnya DROTHER, semakin besar priority semakin besar kemungkinan dipilih menjadi BR (Priority paling tinggi) dan BDR (kedua paling tinggi / slave)

Ø Setting nya oleh administratornya, sesuai yang mana dulu routernya UP

Ø By default nilai router priority untuk semua router adalah ;

Ø Apabila priority router sama maka yang digunakan untuk menentukan DR/BDR adalah Router ID

Ø Pada tiap NT non broadcast (ex : Frame Relay) router yang menjadi DR adalah router yang memiliki link ke semua router yang lain (mutipoint) Jika terjadi DR & BDR mati maka router-router akan mengadakan pemilihan untuk menggantikan router yang mati tersebut. Proses floading adalah router dengan paket LSA harus meneruskan paket ke semua jaringan, dan memasukkan informasi LSA dalam databasenya , jika paket data yang diterima tidak baru maka akan di drop, disebut floading karena seolah-olah membanjiri jaringan dengan LSA (link state advertisement) Setiap kali BD linkstate router berubah, router kembali perlu menghitung rute terbaik dan membentuk table routing terbaru, dengan biaya terendah dan shortest path terpendek

Router (config) #router OSPF 1

Router (Config-router) # default-information originate à hanya untuk default router

Perintah redistribute static metric 100 – semua static routing akan diredistribusikan

OSPF ROUTING PROTOKOL UNTUK JARINGAN LOKAL

Kekuatan dari OSPF ada pada sistem hirarkinya yang diterapkan dalam sistem area. Penyebaran informasi routing menjadi lebih teratur dan juga mudah untuk di-troubleshooting.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh OSPF adalah membentuk komunikasi dengan para router tetangganya. Tujuannya adalah agar informasi apa yang belum diketahui oleh router tersebut dapat diberi tahu oleh router tetangganya.

Begitu pula router tetangga tersebut juga akan menerima informasi dari router lain yang bertindak sebagai tetangganya. Sehingga pada akhirnya seluruh informasi yang ada dalam sebuah jaringan dapat diketahui oleh semua router yang ada dalam jaringan tersebut. Kejadian ini sering disebut dengan istilah Convergence.

Setelah router membentuk komunikasi dengan para tetangganya, maka proses pertukaran informasi routing berlangsung dengan menggunakan bantuan beberapa paket khusus yang bertugas membawa informasi routing tersebut. Paket-paket tersebut sering disebut dengan istilah Link State Advertisement packet (LSA packet). Selain dari hello packet, routing protokol OSPF juga sangat bergantung kepada paket jenis ini untuk dapat bekerja.

OSPF memang memiliki sistem update informasi routing yang cukup teratur dengan rapi. Teknologinya menentukan jalur terpendek dengan algoritma Shortest Path First (SPF) juga sangat hebat. Meskipun terbentang banyak jalan menuju ke sebuah lokasi, namun OSPF dapat menentukan jalan mana yang paling baik dengan sangat tepat. Sehingga komunikasi data Anda menjadi lancar dan efisien.

Namun ada satu lagi keunggulan OSPF, yaitu konsep jaringan hirarki yang membuat proses update informasinya lebih termanajemen dengan baik. Dalam menerapkan konsep hirarki ini, OSPF menggunakan pembagian jaringan berdasarkan konsep area-area. Pembagian berdasarkan area ini yang juga merupakan salah satu kelebihan OSPF.

Untuk Apa Konsep Area dalam OSPF?

OSPF dibuat dan dirancang untuk melayani jaringan lokal berskala besar. Artinya OSPF haruslah memiliki nilai skalabilitas yang tinggi, tidak mudah habis atau “mentok” karena jaringan yang semakin diperbesar. Namun nyatanya pada penerapan OSPF biasa, beberapa kejadian juga dapat membuat router OSPF kewalahan dalam menangani jaringan yang semakin membesar. Router OSPF akan mencapai titik kewalahan ketika:

Ø Semakin membesarnya area jaringan yang dilayaninya akan semakin banyak informasi yang saling dipertukarkan. Semakin banyak router yang perlu dilayani untuk menjadi neighbour dan adjacence. Dan semakin banyak pula proses pertukaran informasi routing terjadi. Hal ini akan membuat router OSPF membutuhkan lebih banyak sumber memory dan processor. Jika router tersebut tidak dilengkapi dengan memory dan processor yang tinggi, maka masalah akan terjadi pada router ini.

Ø Topology table akan semakin membesar dengan semakin besarnya jaringan. Topology table memang harus ada dalam OSPF karena OSPF termasuk routing protocol jenis Link State. Topology table menrupakan tabel kumpulan informasi state seluruh link yang ada dalam jaringan tersebut. Dengan semakin membesarnya jaringan, maka topology table juga semakin membengkak besarnya. Pembengkakan ini akan mengakibatkan router menjadi lama dalam menentukan sebuah jalur terbaik yang akan dimasukkan ke routing table. Dengan demikian, performa forwarding data juga menjadi lamban.

Ø Topology table yang semakin membesar akan mengakibatkan routing table semakin membesar pula. Routing table merupakan kumpulan informasi rute menuju ke suatu lokasi tertentu. Namun, rute-rute yang ada di dalamnya sudah merupakan rute terbaik yang dipilih menggunakan algoritma Djikstra. Routing table yang panjang dan besar akan mengakibatkan pencarian sebuah jalan ketika ingin digunakan menjadi lambat, sehingga proses forwarding data juga semakin lambat dan menguras tenaga processor dan memory. Performa router menjadi berkurang.

Bagaimana Konsep Area Dapat Mengurangi Masalah?

Ketika sebuah jaringan semakin membesar dan membesar terus, routing protokol OSPF tidak efektif lagi jika dijalankan dengan hanya menggunakan satu area saja. Seperti telah Anda ketahui, OSPF merupakan routing protokol berjenis Link State. Maksudnya, routing protokol ini akan mengumpulkan data dari status-status setiap link yang ada dalam jaringan OSPF tersebut.

Apa jadinya jika jaringan OSPF tersebut terdiri dari ratusan bahkan ribuan link di dalamnya? Tentu proses pengumpulannya saja akan memakan waktu lama dan resource processor yang banyak. Setelah itu, proses penentuan jalur terbaik yang dilakukan OSPF juga menjadi sangat lambat.

Berdasarkan limitasi inilah konsep area dibuat dalam OSPF. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah link-link yang dipantau dan dimonitor statusnya agar penyebaran informasinya menjadi cepat dan efisien serta tidak menjadi rakus akan tenaga processing dari perangkat router yang menjalankannya.

Bagaimana Informasi Link State Disebarkan?

Untuk menyebarkan informasi Link State ke seluruh router dalam jaringan, OSPF memiliki sebuah sistem khusus untuk itu. Sistem ini sering disebut dengan istilah Link State Advertisement (LSA). Dalam menyebarkan informasi ini, sistem LSA menggunakan paket-paket khusus yang membawa informasi berupa status-status link yang ada dalam sebuah router. Paket ini kemudian dapat tersebar ke seluruh jaringan OSPF. Semua informasi link yang ada dalam router dikumpulkan oleh proses OSPF, kemudian dibungkus dengan paket LSA ini dan kemudian dikirimkan ke seluruh jaringan OSPF.

Apa sih Paket LSA?

Seperti telah dijelaskan di atas, paket LSA di dalamnya akan berisi informasi seputar link-link yang ada dalam sebuah router dan statusnya masing-masing. Paket LSA ini kemudian disebarkan ke router-router lain yang menjadi neighbour dari router tersebut. Setelah informasi sampai ke router lain, maka router tersebut juga akan menyebarkan LSA miliknya ke router pengirim dan ke router lain.

Pertukaran paket LSA ini tidak terjadi hanya pada saat awal terbentuknya sebuah jaringan OSPF, melainkan terus menerus jika ada perubahan link status dalam sebuah jaringan OSPF. Namun, LSA yang disebarkan kali pertama tentu berbeda dengan yang disebarkan berikutnya. Karena LSA yang pertama merupakan informasi yang terlengkap seputar status dari link-link dalam jaringan, sedangkan LSA berikutnya hanyalah merupakan update dari perubahan status yang terjadi.

Paket-paket LSA juga dibagi menjadi beberapa jenis. Pembagian ini dibuat berdasarkan informasi yang terkandung di dalamnya dan untuk siapa LSA ini ditujukan. Untuk membedakan jenisjenisnya ini, OSPF membagi paket LSA nya menjadi tujuh tipe. Masing-masing tipe memiliki kegunaannya masing-masing dalam membawa informasi Link State. Anda dapat melihat kegunaan masing-masing paket pada tabel “Tipe-tipe LSA packet”.

Tipe-tipe Router OSPF

Seperti telah Anda ketahui, OSPF menggunakan konsep area dalam menjamin agar penyebaran informasi tetap teratur baik. Dengan adanya sistem area-area ini, OSPF membedakan lagi tipe-tipe router yang berada di dalam jaringannya. Tipe-tipe router ini dikategorikan berdasarkan letak dan perannya dalam jaringan OSPF yang terdiri dari lebih dari satu area. Di mana letak sebuah router dalam jaringan OSPF juga sangat berpengaruh terhadap fungsinya. Jadi dengan demikian, selain menunjukkan lokasi di mana router tersebut berada, nama-nama tipe router ini juga akan menunjukkan fungsinya. Berikut ini adalah beberapa tipe router OSPF berdasarkan letaknya dan juga sekaligus fungsinya:

Ø Internal Router

Router yang digolongkan sebagai internal router adalah router-router yang berada dalam satu area yang sama. Router-router dalam area yang sama akan menanggap router lain yang ada dalam area tersebut adalah internal router. Internal router tidak memiliki koneksi-koneksi dengan area lain, sehingga fungsinya hanya memberikan dan menerima informasi dari dan ke dalam area tersebut. Tugas internal router adalah me-maintain database topologi dan routing table yang akurat untuk setiap subnet yang ada dalam areanya. Router jenis ini melakukan flooding LSA informasi yang dimilikinya ini hanya kepada router lain yang dianggapnya sebagai internal router.

Ø Backbone Router

Salah satu peraturan yang diterapkan dalam routing protokol OSPF adalah setiap area yang ada dalam jaringan OSPF harus terkoneksi dengan sebuah area yang dianggap sebagai backbone area. Backbone area biasanya ditandai dengan penomoran 0.0.0.0 atau sering disebut dengan istilah Area 0. Router-router yang sepenuhnya berada di dalam Area 0 ini dinamai dengan istilah backbone router. Backbone router memiliki semua informasi topologi dan routing yang ada dalam jaringan OSPF tersebut.

Ø Area Border Router (ABR)

Sesuai dengan istilah yang ada di dalam namanya “Border”, router yang tergolong dalam jenis ini adalah router yang bertindak sebagai penghubung atau perbatasan. Yang dihubungkan oleh router jenis ini adalah area-area yang ada dalam jaringan OSPF. Namun karena adanya konsep backbone area dalam OSPF, maka tugas ABR hanyalah melakukan penyatuan antara Area 0 dengan area-area lainnya. Jadi di dalam sebuah router ABR terdapat koneksi ke dua area berbeda, satu koneksi ke area 0 dan satu lagi ke area lain. Router ABR menyimpan dan menjaga informasi setiap area yang terkoneksi dengannya. Tugasnya juga adalah menyebarkan informasi tersebut ke masing-masing areanya. Namun, penyebaran informasi ini dilakukan dengan menggunakan LSA khusus yang isinya adalah summarization dari setiap segment IP yang ada dalam jaringan tersebut. Dengan adanya summary update ini, maka proses pertukaran informasi routing ini tidak terlalu memakan banyak resource processing dari router dan juga tidak memakan banyak bandwidth hanya untuk update ini.

Ø Autonomous System Boundary Router (ASBR)

Sekelompok router yang membentuk jaringan yang masih berada dalam satu hak administrasi, satu kepemilikan, satu kepentingan, dan dikonfigurasi menggunakan policy yang sama, dalam dunia jaringan komunikasi data sering disebut dengan istilah Autonomous System (AS). Biasanya dalam satu AS, router-router di dalamnya dapat bebas berkomunikasi dan memberikan informasi. Umumnya, routing protocol yang digunakan untuk bertukar informasi routing adalah sama pada semua router di dalamnya. Jika menggunakan OSPF, maka semuanya tentu juga menggunakan OSPF.

Namun, ada kasus-kasus di mana sebuah segmen jaringan tidak memungkinkan untuk menggunakan OSPF sebagai routing protokolnya. Misalkan kemampuan router yang tidak memadai, atau kekurangan sumber daya manusia yang paham akan OSPF, dan banyak lagi. Oleh sebab itu, untuk segmen ini digunakanlah routing protocol IGP (Interior Gateway Protocol) lain seperti misalnya RIP. Karena menggunakan routing protocol lain, maka oleh jaringan OSPF segmen jaringan ini dianggap sebagai AS lain.

Untuk melayani kepentingan ini, OSPF sudah menyiapkan satu tipe router yang memiliki kemampuan ini. OSPF mengategorikan router yang menjalankan dua routing protokol di dalamnya, yaitu OSPF dengan routing protokol IGP lainnya seperti misalnya RIP, IGRP, EIGRP, dan IS-IS, kemudian keduanya dapat saling bertukar informasi routing, disebut sebagai Autonomous System Border Router (ASBR).

Router ASBR dapat diletakkan di mana saja dalam jaringan, namun yang pasti router tersebut haruslah menjadi anggota dari Area 0-nya OSPF. Hal ini dikarenakan data yang meninggalkan jaringan OSPF juga dianggap sebagai meninggalkan sebuah area. Karena adanya peraturan OSPF yang mengharuskan setiap area terkoneksi ke backbone area, maka ASBR harus diletakkan di dalam backbone area.

Ada Berapa Jenis Area dalam OSPF?

Setelah membagi-bagi jaringan menjadi bersistem area dan membagi router-router di dalamnya menjadi beberapa jenis berdasarkan posisinya dalam sebuah area, OSPF masih membagi lagi jenis-jenis area yang ada di dalamnya. Jenis-jenis area OSPF ini menunjukkan di mana area tersebut berada dan bagaimana karakteristik area tersebut dalam jaringan. Berikut ini adalah jenis-jenis area dalam OSPF:

Ø Backbone Area

Backbone area adalah area tempat bertemunya seluruh area-area lain yang ada dalam jaringan OSPF. Area ini sering ditandai dengan angka 0 atau disebut Area 0. Area ini dapat dilewati oleh semua tipe LSA kecuali LSA tipe 7 yang sudah pasti akan ditransfer menjadi LSA tipe 5 oleh ABR.

Ø Standar Area

Area jenis ini merupakan area-area lain selain area 0 dan tanpa disertai dengan konfigurasi apapun. Maksudnya area ini tidak dimodifikasi macam-macam. Semua router yang ada dalam area ini akan mengetahui informasi Link State yang sama karena mereka semua akan saling membentuk adjacent dan saling bertukar informasi secara langsung. Dengan demikian, semua router yang ada dalam area ini akan memiliki topology database yang sama, namun routing table-nya mungkin saja berbeda.

Ø Stub Area

Stub dalam arti harafiahnya adalah ujung atau sisi paling akhir. Istilah ini memang digunakan dalam jaringan OSPF untuk menjuluki sebuah area atau lebih yang letaknya berada paling ujung dan tidak ada cabang-cabangnya lagi. Stub area merupakan area tanpa jalan lain lagi untuk dapat menuju ke jaringan dengan segmen lain. Area jenis ini memiliki karakteristik tidak menerima LSA tipe 4 dan 5. Artinya adalah area jenis ini tidak menerima paket LSA yang berasal dari area lain yang dihantarkan oleh router ABR dan tidak menerima paket LSA yang berasal dari routing protokol lain yang keluar dari router ASBR (LSA tipe 4 dan 5). Jadi dengan kata lain, router ini hanya menerima informasi dari router-router lain yang berada dalam satu area, tidak ada informasi routing baru di router. Namun, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana area jenis ini dapat berkomunikasi dengan dunia luar kalau tidak ada informasi routing yang dapat diterimanya dari dunia luar. Jawabannya adalah dengan menggunakan default route yang akan bertugas menerima dan meneruskan semua informasi yang ingin keluar dari area tersebut. Dengan default route, maka seluruh traffic tidak akan dibuang ke mana-mana kecuali ke segmen jaringan di mana IP default route tersebut berada.

Ø Totally Stub Area

Mendengar namanya saja, mungkin Anda sudah bisa menangkap artinya bahwa area jenis ini adalah stub area yang lebih diperketat lagi perbatasannya. Totally stub area tidak akan pernah menerima informasi routing apapun dari jaringan di luar jaringan mereka. Area ini akan memblokir LSA tipe 3, 4, dan 5 sehingga tidak ada informasi yang dapat masuk ke area ini. Area jenis ini juga sama dengan stub area, yaitu mengandalkan default route untuk dapat menjangkau dunia luar.

Ø Not So Stubby Area (NSSA)

Stub tetapi tidak terlalu stub, itu adalah arti harafiahnya dari area jenis ini. Maksudnya adalah sebuah stub area yang masih memiliki kemampuan spesial, tidak seperti stub area biasa. Kemampuan spesial ini adalah router ini masih tetap mendapatkan informasi routing namun tidak semuanya. Informasi routing yang didapat oleh area jenis ini adalah hanya external route yang diterimanya bukan dari backbone area. Maksudnya adalah router ini masih dapat menerima informasi yang berasal dari segmen jaringan lain di bawahnya yang tidak terkoneksi ke backbone area. Misalnya Anda memiliki sebuah area yang terdiri dari tiga buah router. Salah satu router terkoneksi dengan backbone area dan koneksinya hanya berjumlah satu buah saja. Area ini sudah dapat disebut sebagai stub area. Namun nyatanya, area ini memiliki satu segmen jaringan lain yang menjalankan routing protokol RIP misalnya. Jika Anda masih mengonfigurasi area ini sebagai Stub area, maka area ini tidak menerima informasi routing yang berasal dari jaringan RIP. Namun konfigurasilah dengan NSSA, maka area ini bisa mengenali segmen jaringan yang dilayani RIP.

Performa Hebat Didukung Perangkat Hebat

Jaringan Anda boleh bertambah besar, berapapun subnet IP di dalamnya, berapapun klien yang harus dilayani, dan berapapun server di belakangnya boleh-boleh saja bertambah. Percayakan saja pada routing protokol OSPF yang mengatur semua penyebaran informasi
routing-nya. Namun ada satu yang perlu Anda perhatikan juga, ketika jaringan membesar dan routing protokol OSPF sudah terpecah-pecah menjadi beberapa area, perangkat router Anda juga harus mendukung kebutuhan tersebut. Perangkat router yang menjalankan routing protokol seperti OSPF, apalagi yang sudah terbagi-bagi menjadi beberapa area, sangat membutuhkan kekuatan processing dan memory.

Jika Anda menerapkan OSPF pada router yang salah, maka kinerjanya tidak akan efektif dan malah membuat performa jaringan menjadi jelek. Untuk itu, sebelum mengonfigurasi dan menerapkannya dalam jaringan Anda, telitilah lebih dahulu apakah router Anda memiliki processor dan memory yang cukup kuat untuk itu. Apakah operating system router Anda memiliki fitur-fitur OSPF yang ada butuhkan, dan banyak lagi hal yang harus diteliti. Jangan sampai setelah berjalan baru diselidiki kebutuhan dan kelemahannya.

Sumber :

http://en.wikipedia.org/wiki/Open_Shortest_Path_First

http://www.geocities.com/Heartland/4394/work/ospf.html

http://ilmukomputer.com/searchresult.php?domains=ilmukomputer.com&q=ospf&sitesearch

http://www.rhyshaden.com/ospf.htm

Link ke Anggota Kelompok :

1. Eko Prihandoko                   NPM : 07.0511.0028

2. Heru Riadyawan                  NPM : 07.0511.0043

3. Lina Mar’atus Sholihah        NPM : 07.0511.0142

4. Purwanggoro Sukipiadi       NPM : 07.0511.0086

5. Tri Sujoko                           NPM : 07.0511.0110








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 59 pengikut lainnya.